D300 23

 D300 23 adalah lokomotif diesel hidrolik tertua yang masih aktif. D300 23 didatangkan tahun 1958, bersamaan dengan BB300. D300 23 masih menggunakan mesin Mercedes tipe MB-836B, meski transmisinya sudah diganti pada era 1990an. Sebagaimana D300 lainnya, D300 23 memiliki dua meja layan dengan throttle berbentuk roda tenaga. D300 23 juga dilengkapi dengan dua tangki udara besar di bagian bawah underframenya. D300 23 aslinya menggunakan lampu besar layaknya lokomotif uap, namun kemudian diganti dengan lampu ala D301, dengan hanya satu bola lampu.




 D300 23 ditempatkan di Bandung, bertugas sebagai lok langsir di Bandung, Bandung Gudang, atau Kiaracondong. 23 juga mungkin sempat ditempatkan di Banjar untuk dinasan ke Pangandaran/Cijulang. D300 23 sempat "lari" tanpa awak dari emplasemen stasiun Bandung pada 31 Agustus 1964. Pelarian ini menewaskan satu orang tukang becak akibat tersambar di perlintasan. 23 baru berhenti selepas Cicalengka, setelah selip karena rel dilumuri oli. 23 mungkin bertahan sekitar 3 dasawarsa di Bandung. Di era 1990an, 23 menerima pergantian transmisi. Transmisinya diganti dengan transmisi jenis samba. Setelah pergantian transmisi, 23 dipindah ke Cepu. Di Cepu, 23 bertugas sebagai lok langsir, mungkin juga hingga Bojonegoro. 23 lama berada di Cepu, dicat krem hijau dan dipindah ke museum Ambarawa pada 06 Oktober 2010.

Mekanik Dipo Ambarawa sedang memperbaiki D300 23

Perbaikan yang dilakukan kru dipo Ambarawa
  Namun sayangnya, sekarang D300 23 sakit-sakitan. Kondisi mesin yang sudah tua menjadi penyebab 23 sering rusak. 23 lebih banyak menghabiskan harinya dengan diam di Dipo Ambarawa, meski sesekali digunakan untuk kereta wisata ke Tuntang.

23, Mei 2017



1 comment:

  1. Sy br tau lok D300 dulu lampunya spt lok uap.
    Punya fotonya?

    ReplyDelete