Lokomotif Berbintang

 Jika anda jeli, anda pasti pernah melihat ada ornamen berbentuk bintang yang dipasang di lokomotif, tepatnya, di lingkaran penutup semboyan 26/27 di samping lampu utama, seperti ini :


Atau ini :


Atau ini :


Dan ini :

Foto koleksi Alm. M.V.A Krishnamurti
Di lok uap juga ada lhoo (dari Koleksinya Werner & Hansjorg Brutzer) :

CC50 12 di Cibatu
D52 094 di Madiun
Di BB 301 juga ada... :

BB 301 34. Koleksi Alm. M.V.A Krishnamurti
BB 301 21. Foto : Alm. M.V.A Krishnamurti

 Sebenarnya, apa sih fungsi dari bintang ini? Fungsinya? Fungsinya hanya sebagai hiasan saja... Beberapa kru lok uap maupun BB 301 memasangkan ornamen berbentuk bintang di loknya untuk mempercantik lok yang ia rawat (FYI, lok uap hanya memiliki satu pasang masinis-juru api. Jadi, satu lok hanya didinasi oleh dua orang sampai keduanya pensiun. Jadi masinis/juru api memiliki ikatan kuat dengan loknya).Namun, khusus untuk CC 201, hal tersebut dulu adalah atribut yang dipakai milik CC 201 dipo Jatinegara...


Jadi gini sejarahnya... CC 201 batch 2 yang ditempatkan di Jatinegara (nomor 47-67), biasanya didandani sesuai ciri khas dipo Jatinegara. Dandanannya meliputi tiga hal, garis putih dipinggir cowcatcher, gambar lambang Wahana Daya Pertiwi diatas pelat nomor samping, dan bintang di tutup semboyan 26/27. Di era 80an,CC 201 batch 2 milik JNG sering didandani dengan ciri khas tadi, bisa salah satu, atau dua ciri khas tadi. Selain itu, biasanya lok milik JNG memiliki pelat nomor dengan background hitam berlining emas dan tulisannya emas.

CC 201 48 semasa masih berdipo di JNG. Perhatikan cowcatchernya yang diberi garis putih dan lambang Wahana Daya Pertiwi diatas pelat nomor sampingnya. Koleksi Alm. M.V.A Krishnamurti

CC 201 47, perhatikan cowcatchernya dan bintang diatas. Biasanya, bintangnya diberi warna hijau, seperti yang ada di sisi kiri lok. Foto : Bpk. M. Luthfi Tjahjadi

 Seiring dengan berjalannya waktu, ketiga cirikhas tadi luntur saat livery merah-biru diperkenalkan oleh PERUMKA, hanya menyisakan ornamen bintangnya saja. Kemudian pada periode 1990an pertengahan, CC 201 batch 2 milik JNG mulai dimutasi ke PWT seiring datangnya CC 201 batch 3 dan CC 203. Jadilah kemudian CC 201 berbintang identik dengan PWT karena seluruh CC 201 berbintang dimiliki oleh PWT...

CC 201 49 dengan KA 121 Pasundan di Sumpiuh, 17 Agustus 2013.

CC 201 55 berdinas langsir di Purwokerto, 2014.
 Sayangnya, seiring berjalannya waktu, ornamen bintang ini menghilang, dilepas saat lok masuk Balai Yasa Yogyakarta... Bisa dilepas karena lok rusak berat seperti yang dialami CC 201 62, karena bintangnya sudah tidak lengkap, atau karena bintangnya sudah rusak... Dari beberapa CC 201 berbintang, hanya tersisa CC 201 50 yang kini berada di Medan dan CC 201 49 yang sudah dimutasi ke Sidotopo... CC 201 55 sendiri melepas bintangnya saat PA tahun ini.. Selepas CC 201 62 bertabrakan dengan CC 203 11, hanya tersisa 4 lokomotif berbintang,yaitu CC 201 49,50,55 dan 63.Namun jumlahnya berkurang setelah CC 201 63 melepas bintangnya pada 2014. Jumlah ini kembali berkurang tahun ini setelah CC 201 55 melepas bintangnya... Sungguh sangat disayangkan....

1 comment:

  1. Mas, mau tanya. Nomor lok lama itu jenis fontnya apa? Contoh pada foto lok CC 201 55.

    ReplyDelete