K8, si Kaki Argo

K8 milik K3 0 05 08 SBI
  K8 atau NT-60 merupakan salah satu bogie yang digunakan oleh PT KAI. NT-60 sangat mudah dikenali. Hal ini dikarenakan NT-60 adalah satu-satunya bogie di Indonesia yang menggunakan batang ayun. K8 sendiri merupakan hasil pengembangan INKA, mungkin dari K5 karena K8 memiliki prefiks NT yang merupakan kepanjangan dari Nippon Trailer. K8 menggunakan conical rubber sebagai pegas primernya. Batang ayun pada K8 berfungsi sebagai shock absorber pendukung pegas primer dan sekunder. K8 memiliki batas kecepatan 120 km/jam, dengan toleransi sekitar 125-130 km/jam

 NT-60 pertama memulai debutnya sekitar 1995 awal, dengan dipakaikan pada kereta-kereta milik Suryajaya. NT-60 generasi awal ini memiliki body bercat hitam dengan pelat INKA di bodynya. K8 selanjutnya dipasang pada set K1-958xx milik JS-950 Argobromo dan JB250 Argogede. K8 yang dipasang pada K1-958xx milik Argobromo layak dijuluki battleproven, karena sering dipacu hingga 115 km/jam saat JS950 beroperasi. Selain itu, kereta milik Argo Lawu (K1-968xx) juga dipasangi K8. Selain itu, ketiga kereta kepresidenan (Nusantara, Bali dan Toraja) juga dipasangi K8, meski akhirnya Nusantara menggunakan K5. Pamor K8 sedikit meredup saat K5 TB398 dan CL-234/K9 keluar.

Sepenggal K8 milik Suryajaya. Foto : Bpk. M. Luthfi Tjahjadi
 K8 kemudian tidak hanya digunakan di kereta Eksekutif, namun digunakan oleh seluruh kereta, termasuk bagasi. Pengguna K8 pertama dari golongan non eksekutif mungkin K3-988xx dipo MN. K8 memiliki ciri khas kaku di tikungan dan stabil di kecepatan tinggi. Guncangannya tidak separah K5 NT-11 jika profil rodanya bagus. Namun, hentakan K8 sedikit kaku, meski tidak terlalu bergoyang parah di kondisi rel jelek.

K8 milik K3 0 94 35 PWT.

0 comments: