Tragedi Trowek, Cerita Terlupakan dari Sudut Parahyangan

 Keheningan malam 25 Oktober 1995 mendadak pecah oleh suara keras pada pukul 00.03.Sebuah rangkaian KA anjlok, setelah mengalami larat (malfungsi rem, simplenya, rem blong) di gradien 25 permil. 14 orang tewas dan 71 lainnya luka berat. Rangkaian yang anjlok adalah rangkaian gabungan KA Galuh-Kahuripan. Rangkaian terdiri dari CC201 05 DT CC201 75 + 11 K3 + 2 KMP3 dengan penumpang sebanyak 728 orang. Kedua KA digabung di Cibatu, setelah KA Galuh mengalami trouble yang menyebabkan KA Galuh terlambat. Jadilah kedua KA digabung, dengan rangkaian KA Galuh berada di depan. Rangkaian panjang ini menyemut menanjaki lereng terjal petak Bumiwaluya-Cipeundeuy. Saat menuruni lereng terjal di petak Cipeundeuy-Trowek/Cirahayu, terjadi masalah. Rem KA tidak berfungsi dengan baik. Akibatnya, rangkaian meluncur turun. Saat tiba di km 241, tepat di jembatan sebelum sinyal muka Trowek, rangkaian anjlok. K3-66545R, K3-81701, K3-64531 dan KMP3-80501 terlempar ke bagian kanan rel. KMP3-80501 berada di dasar jurang sedalam 10 meter.Sementara kereta bernomor seri K3-93505 terlempar ke arah kiri rel yang jaraknya sekitar 10 meter. Tiga kereta lainnya masing-masing K3-93559, K3-61502 dan K3-67105 berada di atas rel walaupun anjlok. 5 K3 yang selamat ditarik ke Cibatu.K3-81701 mengalami rusak berat. Dinding bagian kiri terkelupas hingga ke belakang. Kursi di dalam kereta ini sebagian besar terlepas. Darah dan serpihan daging berceceran di tempat tersebut.

Lokasi PLH. Foto : Anonim

Kliping koleksi Bpk. Denny Suryaman
  CC201 05 sendiri menabrak tebing sementara CC201 75 terbalik. Dalam kegelapan malam dan kepanikan, para penumpang berusaha keluar dari dalam kereta. Sayangnya, pilihan tersebut salah. Penumpang kereta yang ada di tengah jembatan mencoba keluar lewat pintu maupun jendela, tragisnya, mereka terjatuh ke dasar jembatan, terhempas ke sungai. Warga Kampung Sarapat Palumbungan langsung berbondong-bondong memberikan pertolongan kepada para korban. Evakuasi korban sendiri selesai pukul 16.00 WIB. Akibat kejadian ini, KA Cisadane (Bandung-Madiun) dibatalkan, sementara KA Turangga, Mutiara Selatan, Pajajaran (Bandung-Solobalapan) dan Badrasurya (Bandung-Surabaya) memutar melalui Cikampek-Cirebon-Kroya. Akibat kejadian ini, PERUMKA kembali menetapkan kebijakan seluruh KA harus berhenti di Cipeundeuy guna pengecekan rem dan pengecekan rangkaian. Sebelumnya, karena pedagang asongan yang membandel, PERUMKA menerpakan kebijakan seluruh KA tidak berhenti di Cipeundeuy. Tradisi pengecekan rem di Cipeundeuy sendiri sudah dilakukan sejak era Staatsspoorwegen. 

  CC201 05 dan 75 sendiri kemudian ditarik ke Balai Yasa Yogyakarta untuk perbaikan. CC201 75 masuk Balai Yasa Yogyakarta pada 7 November 1995, sementara CC201 05 masuk pada 8 November 1995. Perbaikan CC201 75 selesai pada 9 Februari 1996, sementara perbaikan CC201 05 selesai pada 26 Februari 1996.

Kondisi CC201 05 saat masuk Balai Yasa Yogyakarta. Dari Annual Book BY YK 1996, koleksi Bima Budi Satria.
Selesai perbaikan. Dari Annual Book BY YK 1996, koleksi Bima Budi Satria.
  Petak jalan Ciawi-Cirahayu-Cipeundeuy-Cibatu merupakan petak jalan yang bisa dibilang ekstrem, dengan gradien mencapai 25 permil dan kontur track yang berkelok dan membelah perbukitan. Titik puncak lintas ini berada di Cipeundeuy. Beberapa kali terjadi kecelakaan di lintas ini akibat tidak berfungsinya rem yang membuat KA mengalami larat.



Sidestory :

Beberapa saat sebelum PLH

Seorang JPJ tengah memeriksa lintas dari Trowek menuju Cipeundeuy. Dalam gerimis, mata beliau berkunang-kunang karena lapar. Saat tiba di jembatan lokasi PLH, beliau melihat temaram lampu warung di bawah jembatan. Tanpa pikir panjang beliau langsung turun dan makan di warung tersebut, lalu melanjutkan perjalannya. Ketika beliau tiba di lokasi PLH, beliau terkejut. Ketika beliau melihat ke dasar jembatan, beliau hanya melihat alang-alang, tanpa bekas ada bangunan apapun. Seketika beliau ingat, bahwa penjual di warung tsb adalah seorang wanita cantik berkebaya merah, sesuai dengan sosok si Beureum yang melegenda...

3 comments:

  1. Guntur Irawan Subagiyo Korban Kecelakaan Kereta Api tahun 2000

    ReplyDelete
  2. Jalur rel KA nya masih lebih ekstrim di petak Ciawi - Cipeundeuy - Cibatu atau yang di petak Leles - Lebakjero - Nagrek - Cicalengka?

    ReplyDelete
  3. Sekarang, CC201 05 sudah bedol desa ke Medan dan alhamdulillah masih kuat untuk berdinas.

    ReplyDelete