Tragedi Terlupakan dari Sudut Banyumas

 Tidak banyak yang tahu, jika di wilayah Rawalo, Banyumas, pernah ada tragedi perkeretaapian Indonesia. Ya... Pada 21 Januari 1981, KA 21 Tatar-Maja (Blitar-Gambir) menabrak KA 20 Senja IV (Gambir-Yogyakarta) di petak Kebasen-Notog (lokasi pasti belum diketahui). Kejadian ini menewaskan 7 orang, termasuk alm. Sudarto, asisten masinis KA 21 (kedudukan Kru KA SLO). Selain itu, lokomotif CC201 33 yang menghela KA 20 dan 35 yang menghela KA 21 harus afkir akibat kejadian ini 

(Sekilas CC201 33 dan 35 : CC201 33 dan 35 merupakan lok milik Dipo Induk Yogyakarta yang mulai berdinas tahun 1978. Keduanya rusak berat akibat PLH ini dan dimasukkan ke daftar konservasi. Namun akhirnya, pada Oktober 1986, keduanya dinyatakan afkir dan akhirnya dirucat.). 

Berikut foto-foto dokumentasi koleksi Mas Ari Andika Setiawan : 

Sisi LH CC201 35 beserta kereta Tatar-Maja yang terguling.

Kondisi CC201 35

Kereta milik Senja IV.

Sisi SH CC201 33.

Kru Crane dan NR dari Yogyakarta dan Purwokerto, disisi kanan foto adalah CC201 33.

Sisi LH CC201 33.

 Untuk waktu kejadian sendiri masih belum jelas. Tetapi, kira-kira beginilah kronologisnya :

1. Stasiun Kebasen menerima warta dari Randegan, persilangan KA 21 dengan KA 20 akan dilakukan di Kebasen. Sebagaimana lazimnya persilangan di era itu, KA yang akan masuk sepur belok akan ditahan di sinyal masuk (semboyan 7), menunggu kepastian persilangan. Setelah pasti bersilang, KA baru akan dilayani.

2.  Kondisi cuaca waktu kejadian adalah hujan, kemungkinan kabut turun. Lampu sorot KA 21 sudah nampak di kejauhan, membelah kabut. Namun anehnya, sorot lampu tersebut tidak melambat. PPKA Kebasen yang saat itu bertugas, Bpk. Sakim, mulai memainkan handle sinyal masuk untuk menarik perhatian masinis KA 21. Namun KA 21 tetap melaju, melanggar sinyal masuk.

3. Bpk. Usen, PPKA Kebasen, menghambur keluar menenteng handsein merah, sementara Bpk. Sakim memainkan handle sinyal keluar. Namun KA 21 tetap melaju, melanggar sinyal keluar. Sementara dari arah Notog, KA 20 melaju.

4. KA 20 keluar dari Terowongan Notog, sementara KA 21 sudah bersiap menyebrangi Jembatan Serayu. Masinis KA 20, Bpk. F.X Sulimin samar-samar melihat sorot lampu KA 21, beliaupun mulai melambatkan laju KA. Sementara Bpk. Suradi, masinis KA 21, tidak melihat sorot lampu KA 20 dan tetap melaju, dengan handle throttle berada di posisi tinggi karena menghadapi track yang menanjak.

5. Kedua KA bertemu, benturan hebat terjadi. Kereta dibelakang lokomotif KA 21 naik dan menyapu kabin dan separuh mesin. Kereta tersebut lalu terguling ke kanan. Sementara kereta dibelakang lokomotif KA 20 saling berbenturan, menimbulkan efek teleskopik.

6. Warga dusun Wadastumpang, Tambaknegara yang terbangun akibat suara benturan mulai berdatangan ke lokasi. Korban luka sebanyak 35 orang dikumpulkan di rumah milik Bpk. Tasmidi, Ibu Supinah dan 2 orang tetangganya.

7. Saat fajar tiba dan hujan reda, seorang penduduk dusun mengayuh sepeda ke kantor Kecamatan Rawalo untuk meminta bantuan untuk mengangkut korban luka ke Purwokerto.

8. Korban luka maupun tewas akhirnya bisa dibawa ke Purwokerto, sementara NR dan Crane datang dari Purwokerto dan Yogyakarta.


Namun sayangnya, berita PLH ini langsung tertutup berita tenggelamnya KMP Tampomas seminggu kemudian... Dimana pada akhirnya, hampir tidak ada orang yang tahu ataupun ingat akan peristiwa ini....

*Update, 27 Oktober 2016

 Berhubung saya penasaran setengah mati dengan PLH ini, sayapun berdiskusi dengan seorang narasumber terpercaya. Dari hasil diskusi kami, saya mengambil sebuah kesimpulan sementara yang hasilnya berbeda jauh dengan kronologi versi koran yang ada di atas. Berikut hasil diskusi saya dengan narasumber :

Data Penting :
-Lokasi kejadian : Km 360+9, petak jalan Kebasen-Notog
-Lokasi stasiun :
Kebasen : Km 364+051
Notog : 358+378
-Jarak ke tempat kejadian
Dari Kebasen : 3,151 km, sekitar 3 menit
Dari Notog : 2,522 km, sekitar 2,5 menit
-Kecepatan maksimal lintas : 70 km/jam
-Kecepatan operasional lintas Purwokerto-Randegan : 63 km/jam
-Sistem persinyalan menggunakan sinyal manual tipe Alkmaar yang tidak dilengkapi sinyal keluar dan pesawat blok
-Pertukaran warta menggunakan morse/telegram
-Persilangan KA 21 dengan KA 20 menurut GAPEKA yang berlaku resmi di stasiun Kebasen
-Malam kejadian, KA-KA dari hilir (Jakarta) mengalami keterlambatan

Kronologi Sementara :
a. PPKA Notog mengirim warta ke Kebasen, mengatakan bahwa "jika KA XX (KA di depan KA 20) masuk Kebasen, KA 21 bisa diberangkatkan ke Notog". Saat warta dikirim, PPKA Notog tidak mengetahui posisi KA 20 karena warta untuk KA 20 belum masuk. Saat warta ini dikirim, KA XX sudah berada di petak jalan Notog-Purwokerto.
b. Warta diterima oleh PPKA Kebasen, dan diiyakan.
c. PPKA Notog mengantuk, sehingga tidak fokus menerima/membaca warta yang berupa sandi morse saat lalu lintas KA dari hilir mengalami kepadatan. Ybs kemudian tertidur.
d. PPKA Kebasen kemudian melayani persilangan KA XX dengan KA 21. Setelah KA XX melintas langsung, KA 21 diberangkatkan kembali. Ybs mungkin membuat bentuk PTP (Pemindahan Tempat Persilangan) untuk KA 21, dengan asumsi KA 20 mengalami keterlambatan dan belum masuk Purwokerto karena belum menerima warta, ditambah "perjanjian" dengan PPKA Notog saat KA XX akan melintas.
e. Disaat hampir bersamaan, KA 20 tiba di Notog. KA 20 mungkin membunyikan S35 berkali-kali, meminta dilayani karena aspek sinyal masuk Notog merah (tidak terlayan). (Alternatif lain : KA 20 melintas langsung Notog karena sinyal masuk Notog masih terlayani/menunjukkan aspek hijau setelah KA XX lewat)
f. PPKA Notog kemudian mengirim warta KA 20, tanpa menyadari KA 21 sudah diberangkatkan dari Kebasen.
g. Mass KA 21 mengatakan bahwa ybs mengerem selepas terowongan Kebasen karena menghadapi Semboyan 2B. Ybs menambah kecepatan setelah melewati Semboyan 2H. Sekitar 2 menit kemudian, ybs melihat sorot lampu lokomotif KA 20 dan mengerem, tanpa menetralkan throttle.
h. Melihat lampu sorot lokomotif KA 21, mass KA 20 melakukan pengereman dan menetralkan throttle.
i. Mass KA 21 mengatakan bahwa ybs terlempar keluar lokomotif saat benturan terjadi. Ybs terlempar ke parit dan tidak sadarkan diri (koma). Ybs dievakuasi dari parit pada pukul 10.00 pagi.
j. Tindak lanjut PLH, 2 petugas diberi sanksi. Satu dipecat sementara satu lainnya diturunkan pangkatnya menjadi PJL (Petugas Jaga Lintasan).

 Karena masih bersifat sementara, kronologi ini masih bisa berubah... Jadi, stay tune disini... Klik bookmark, artikel ini akan diupdate di kemudian hari...

Kereta KA 20. Foto : Arnas Pramudya

Kereta yang terguling. Foto : Arnas Pramudya

Kabin CC 201 33. Foto : Arnas Pramudya

8 comments:

  1. yahhh, jaman itu memang masih jaman Jahiliyah informasi, jadi maklum saja kalau semua tertutup beritanya.....lagi pula, seperti yang anda sampaikan, tersapu oleh situasi KM Tampomas yang terbakar dan tenggelam di MasaLembo.....kita kini hanya ber Do'a dan berharap, agar kejadian semacam itu tidak terulang lagi, terlebih di jaman sekarang frekuensi KA semakin rapat

    ReplyDelete
  2. Hancur segitu loko-lokonya pantas langsung WO (written off aka dirucat)

    ReplyDelete
  3. Wah, dokumentasi fotone oke banget...
    Sedikt koreksi, bukan KA Tatarmaja, tapi KA Matar Maja, singkatan Malang Blitar Madiun Jakarta.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Begini urutannya Pak...

      Sekitar 1976, diluncurkan KA Maja yang relasinya Madiun-Jakarta via Yogyakarta.
      Kemudian sekitar April 1979, diluncurkan KA Tatar yang merupakan sambungan dari Maja. Tatar sendiri relasinya Madiun-Blitar dan rangkaiannya adalah potongan dari rangkaian Maja. Jadi, Tatar bisa dibilang sebagai feedernya Maja. Masa itu, KAnya disebut Maja, atau Tatar-Maja.
      Baru sekitar tahun 1982, namanya menjadi Matarmaja setelah diperpanjang ke Malang.
      PLH ini terjadi tahun 1981, namanya masih Tatar-Maja.

      Delete
  4. parah lokonya.... numpang tanya mas, itu couplernya rusak gak? *bukan bermaksud bercanda

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa dilihat sendiri di foto, coupler 33 patah

      Delete
  5. Saya Achir Arianto saat itu saya masih berumur 8 tahun, saya adalah anak dari Asst Masinis yang bernama Sudarto,..Terima kasih atas postingnya,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Turut berdukacita Pak... Semoga beliau diberikan tempat terbaik...

      Delete