Random Facts about Indonesian Railways (2)

1. CC201 74R memiliki bentuk meja layan LH yang unik.

Meja layan LH CC201 74R. Foto : Bpk. Santoko P.
2. Kadang Serayu dan Galuh dianggap sebagai satu KA, tapi kenyataannya keduanya berbeda. Serayu berasal dari Cepat Sidareja yang diperpanjang relasinya ke Kroya. Namanya kemudian diganti menjadi Cipuja. Kemudian ditambahkan perjalanan malam dari Cipuja. KA yang berjalan malam ini dinamakan Citrajaya. Baru kemudian diganti namanya menjadi Serayu pada dekade 2000an. Sementara Galuh diluncurkan sekitar 1993/94 untuk mengakomodir penumpang yang tidak terangkut oleh Cipuja/Citrajaya. Galuh memiliki relasi Tanahabang-Banjar dan menggunakan kereta milik Dipo Kereta Bandung.

3. Kata Gaya pada nama Gaya Baru Malam merupakan kependekan dari Gambir-Surabaya.

4. Nama Gaya Baru Malam sendiri konon disematkan langsung oleh Bung Karno. Awalnya, Gaja Baru Malam melayani rute Gambir-Surabaya Pasarturi, namun kemudian dipecah menjadi Gaya Baru Malam Utara dan Gaya Baru Malam Selatan. Gaya Baru Malam Utara kemudian dihapus seiring dengan rasionalisasi KA tahun 2002.

CC201 18 dengan KA Gaya Baru Malam Selatan di Stasiun Purwosari. Koleksi Bpk. Indra Krishnamurti

6. CC203 40 merupakan lok pertama yang GPSnya online pada tahun 2006.

7. Aslinya, BB301 dan D300/301 menggunakan handle throttle berbentuk setir. Handle throttle kemudian diganti dengan handle stik setelah repowering.

8. D300/301 dan BB301 sempat menjalani repowering massal pada 1980an dan 1990an akhir.

9. Selain BB301 dan D300/301, BB300, BB 302/303/306 dan BB204 juga menggunakan handle throttle berbentuk setir.

Keadaan kabin BB301 yang masih "asli". Koleksi Bpk. Adi Sutjipto Halim.
10. Biasanya, jika menyebut "Lok Bebek" kita akan merujuk ke CC201 56 atau 76R, padahal sebenarnya CC201 06, CC201 19 dan CC201 47 juga pernah menjadi Lok Bebek.


CC201 19 di Dipo Lok Jatinegara, 2007. Foto : Bpk. Nova Prima
CC201 47. Foto : Himanda Amrullah
11. CC201 86R pernah mengenakan livery putih sabuk biru.

CC201 86R. Foto : Bpk M. Luthfi Tjahjadi
12. CC201 130R pernah mengenakan livery merah-biru dengan tambahan dua garis putih.

Foto : Bpk. M Luthfi Tjahjadi
13. Dahulu, PJKA mengelola beberapa angkutan penyebrangan, diantaranya penyebrangan Kamal-Ujung, Merak-Panjang dan Boom-Gilimanuk. Namun kemudian pengelolaannya dilimpahkan ke ASDP. Bahkan PJKA memiliki beberapa Kapal Motor (KM) yang digunakan untuk melayani penyebrangan di pelabuhan yang dikelola PJKA.

14. Operlok merupakan hal yang wajar di Kertosono pada era 1990an. KA tujuan Malang yang ditarik CC201 akan diganti lokomotifnya menjadi BB301. Hal ini dikarenakan tekanan gandar yang rendah di lintas Kertosono-Malang.

15. CC203 merupakan lok CC pertama yang rutin melintasi jalur Kertosono-Malang, menghela Gajayana.

16. Senja Utama Solo diluncurkan pada 14 Oktober 1978 dari Solo Balapan, dengan CC201 34 sebagai lok dinas perdana. Senja Utama Solo aslinya menggunakan set kereta buatan GOSA, Yugoslavia yang menggunakan bogie K7.

Koleksi Bpk. Seto Indarto
17. CC201 41 merupakan CC201 dengan livery merah-biru terakhir di pulau Jawa (selain lok mutasi dari DIVRE III).

18. CC201 43 sempat mengenakan livery merah biru yang "aneh" pada era 1990an.

Foto : Alm. M.V.A Krishnamurti
19. Purbaya sempat mengenakan livery Krem-Pink pada era 1960an.

Foto : Alm M.V.A Krishnamurti
20. Kadang Logawa dan Purbaya dianggap sebagai satu KA, tapi kenyataannya bukan. Logawa diluncurkan pada 21 April 1999 sebagai KA Ekonomi Plus, dimana Logawa membawa satu kereta kelas bisnis, Purbaya sendiri sempat berjalan berdampingan dengan Logawa, sebelum akhirnya dihapus tahun 2002.

CC201 72 dengan KA Logawa. Foto : Alm. M.V.A Krishnamurti
21. CC201 91 merupakan CC201 pertama milik Dipo Lok Jember.

22. CC201 102 merupakan CC201 batch 3 pertama yang kaca tengahnya berubah menjadi kotak. Hal ini disebabkan CC201 102 pernah tertimpa longsoran di kabinnya. Peristiwa tsb menyebabkan asisten masinis yang waktu itu berdinas gugur.

23. Dahulu, Tanahabang disebut Tenabang dan singkatannya adalah TNB. Huruf TNB sendiri sempat melekat pada beberapa lokomotif milik Dipo Lok Tanahabang.

24. Dahlulu, singkatan dari Semarang Poncol adalah SMP. Beberapa lokomotif milik Dipo Lok Semarang Poncol juga pernah bercap "DIPO INDUK SMP".

25. CC206 05 merupakan CC206 pertama yang menginjakkan kaki di DAOP II Bandung.

26. Keluaran tenaga terbesar CC204 batch 2 dipegang oleh CC204 09, dengan catatan tenaga sebesar 2300 hp.

27. Aslinya, ada 7 unit BB203 yang tidak direpower menjadi CC201. Namun kenyataannya, kini hanya tersisa 5 unit saja. BB203 01 afkir setelah bertabrakan dengan CC202 21 di Banjarsari pada 1996. Waktu itu BB203 01 sedang menghela KA S5 Bukit Sulap, sementara CC202 21 berjalan lokes dari Lahat menuju Tanjunegenim Baru. Sementara BB203 03 afkir dalam PLH Kotapadang tahun 2001.

28 Kotapadang (KOP) adalah satu-satunya stasiun di wilayah Provinsi Bengkulu.

29. Istilah Argo Jati sempat merujuk ke Argo Gede. Loh kok? Jadi, Argo Gede yang menggunakan rangkaian milik Dipo Kereta Jakarta Kota dan lok milik Dipo Lok Jatinegara sering disebut sebagai Argo Jati, kata Jati sendiri merupakan kependekan dari Jatinegara.

30. BB304 06 THB menggunakan body milik BB304 lain yang sudah mangkrak di Balai Yasa Yogyakarta. Hal ini dikarenakan body asli BB304 06 terbakar saat berdinas KA Patas Merak/Lokal Rangkas.

4 comments:

  1. Sedikit koreksi, Argo Jati adalah nama usulan Sultan Cirebon, mengacu nama Gunung Jati tempat makam salah satu Wali Songo yg berada di Cirebon.
    Argo Jati adalah "upgrade" dari KA Cirebon Ekspres Utama.
    Jika KA Cirebon Ekspres menggunakan kombinasi kereta Eksekutif-Bisnis, Cirebon Ekspres Utama menggunakan kereta eksekutif. Bahkan suatu ketika KA Cirebon Ekspres Utama pernah menggunakan rangkaian KA Argo Bromo Anggrek Malam, untuk mendayagunakan KA tsb, daripada stabling menunggu pemberangkatan malam.
    Argo Jati selalu ditarik CC203 35, satu-satunya lok CC203 yang dimiliki Dipo Induk CN.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Begini lho, panggilan Argo Jati yang merujuk ke Argo Gede rangkaian Jakarta itu dipakai terutama oleh Masinis maupun Kru DAOP II Bandung. Rangkaian yang dipanggil Jati itu menggunakan rangkaian milik Jakarta Kota dan lokomotif milik Jatinegara. Dan panggilan ini ada sebelum Cirekstama naik jadi Jati.

      Delete
  2. pernah sempet waktu msh kecil naik KA Logawa yg kelas Bisnis =))

    ReplyDelete
  3. Fakta nomer:
    11. Sekarang, PT KAI Daop 3 Cirebon sudah menjalankan KA Ranggajati jurusan Cirebon - Jember via Yogyakarta & Surabaya Gubeng dengan fasilitas KA Kelas Komersial (Kelas Eksekutif dan Bisnis). Sepertinya, KA Ranggajati ini sangat diminati oleh masyarakat Jawa. PT KAI juga bermaksud untuk menampung penumpang KA Logawa yang tidak kebagian tiket KA, atau dengan pelayanan dan kenyamanan yang se level dengan KA Mutiara Timur, KA Sancaka, dll..........
    26. Mungkin anda yang lebih tau, waktu ujian kinerja Lok CC 206, apakah kekuatan Lok CC 206 pernah melebihi 2300 HP atau bahkan lebih kuat dari Lok CC 203 dan CC 204?

    ReplyDelete