Dirgahayu Argo Bromo Anggrek

 Argo Bromo Anggrek merupakan derivat (turunan/pengembangan) dari JS950 Argobromo. Argo Bromo Anggrek diluncurkan pada 24 September 1997, maju sehari dari jadwal aslinya. Argo Bromo Anggrek menggunakan rangkaian berbogie K9 buatan INKA yang khusus dibuat untuk Argo Bromo Anggrek dan Argo Sindoro/Muria II.

Berita rencana peluncuran Argo Bromo Anggrek, nampak tertulis KA ini akan diluncurkan pada 25 September 1997. Koleksi Bpk. Ariawan Sulistya


Koleksi Bpk. Ariawan Sulistya
  Peluncuran Argo Bromo Anggrek dilakukan di dua tempat, di Surabaya Pasar Turi dan di Gambir. Di Surabaya Pasar Turi, peluncuran dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur pada waktu itu, Bpk. Basofi Soedirman, sementara peluncuran di Gambir dilakukan oleh Menteri Perhubungan pada waktu itu, Bpk. Haryanto Danutirto. Argo Bromo Anggrek dari Surabaya Pasar Turi ditarik oleh CC 203 25 pada perjalanan perdananya. Uniknya, CC 203 25 juga berdinas test run rangkaian Argo Bromo Anggrek dari Madiun menuju Solo PP. Rangkaian diuji coba sebanyak 4 kali, dengan uji coba terakhir pada 19 September 1997. Hasilnya, Jakarta-Surabaya dapat ditempuh dalam waktu 8 jam 30 menit. Argo Bromo Anggrek menjadi KA Tercepat, Termahal dan Termewah di eranya. Dengan harga tiket Rp. 150.000, sudah menjadikan Argo Bromo Anggrek menjadi KA termahal.Argo Bromo Anggrek menyediakan satu kereta kelas spesial yang memiliki fasilitas saluran telefon dan faksimili serta komputer. Rangkaian yang digunakan Argo Bromo Anggrek merupakan rangkaian baru buatan INKA yang menggunakan bogie K9, yang memiliki air suspension, yang mampu dipacu hingga 120 km/jam. 

CC 203 25 saat melakukan test run rangkaian Argo Bromo Anggrek. foto : Alm. M.V.A Krishnamurti
 Argo Bromo Anggrek menempuh perjalanan Gambir-Surabaya Pasar Turi selama 8 jam 30 menit, dengan perhentian hanya di Semarang Tawang. Argo Bromo Anggrek menjadi pemuncak dalam GAPEKA, dengan prioritas tinggi. Membuat setiap KA yang menjadi lawan silangnya harus berbelok dan menunggu hingga Argo Bromo Anggrek melintas.

Argo Bromo Anggrek di Stasiun Semarang Tawang. Foto : Alm. M.V.A Krishnamurti

Argo Bromo Anggrek di Purwosari, ketika harus memutar akibat PLH di lintas utara Jawa. Foto : Alm. M.V.A Krishnamurti
 Seiring berjalannya waktu, kelas KZ dikeluhkan tidak nyaman. Kursi kelas KZ dikeluhkan terlalu tinggi. Desain kursi yang menggunakan sandaran leher terlalu tinggi justru malah membuat leher tidak nyaman. Akhirnya, kelas KZ pun dihapus. Argo Bromo Anggrek sempat menggunakan kereta makan dengan livery unik, kereta makan tersebut bernomor M1-97903 SBI.

Ilustrasi M1-97903 oleh Muhammad Fathy.
 Namun sayangnya, penggunaan bogie K9 yang dipacu pada kecepatan tinggi tidak diimbangi dengan perawatan yang memadai. Akibatnya, Argo Bromo Anggrek sering anjlok. Selain itu, pelayanan juga menurun seiring turunnya pelayanan kereta api. Akhirnya, setelah anjlokan di Manggarai pada 30 Juli 2010, rangkaian berbogie K9 ditarik untuk dilakukan perbaikan. Argo Bromo Anggrek pun menggunakan K1 biasa, menggunakan rangkaian yang seharusnya menjadi Sembrani new image. 

Anjlokan Argo Bromo Anggrek, Manggarai, 30 Juli 2010. Foto : Johannes Christian
  Sekitar tahun 2012, keluarlah rangkaian K9 dengan livery Go Green setelah dilakukan perbaikan, terutama pada bogie K9nya. Livery ini kemudian melekat ke image Argo Bromo Anggrek, karena hanya Anggreklah yang menggunakan livery ini. Namun, rangkaian K1 biasa juga masih dipakai sebagai rolling jika rangkaian berbogie K9 sedang melakukan perawatan.
CC 204 11 15 dengan KA 1 Argo Bromo Anggrek di wilayah Plabuan, Batang. Foto : Johannes Christian
Argo Bromo Anggrek menggunakan rangkaian K1 Biasa. Foto : Ricky Dirjo
 Beberapa waktu lalu, keluar set "retrofit" K1 berbogie K9 dari INKA. Rangkaian ini kemudian digunakan sebagai rangkaian Argo Bromo Anggrek, sementara rangkaian berbogie K9 diasistensikan ke Dipo Semarang Poncol, kemudian ke Dipo Cirebon. Anggrek kini masih menjadi raja dalam GAPEKA, meski waktu tempuhnya lebih lama dari tahun 1997 dan fasilitas yang bisa dibilang berkurang. Namun demikian, terbesit harapan agar Anggrek kembali menjadi "raja", dengan pelayanan istimewa...


3 comments:

  1. sayangnya KAI sekarang udah kehilangan passion dan idealisme dalam hal KA eksekutif unggulan seperti dulu.....

    ReplyDelete
  2. Di foto KA ABA di Semarang Tawang ada gerbong hijau-krem
    Itu gerbong apa ya?...

    ReplyDelete